Manfaat Mengkonsumsi Melilea Greenfield Orgaik
Anda akan terbebas dari penyakit di jaman Modern ini seperti Asam Urat, diabetes, penyakit jantung, lever, gagal ginjal, darah tinggi, darah rendah, stroke, migren, ambeien dll. (by: freezorganik)
Manfaat Mengkonsumsi Melilea Greenfield Orgaik
Anda akan terbebas dari penyakit di jaman Modern ini seperti Asam Urat, diabetes, penyakit jantung, lever, gagal ginjal, darah tinggi, darah rendah, stroke, migren, ambeien dll. (by: freezorganik)
Melilea Greenfield Organik
Telah terbukti dengan mengkonsumsi MELILEA Organik (GFO) ini maka segala keluhan penyakit Modern bisa berkurang bahkan hilang sama sekali dalam waktu hitungan hari. (by: freezorganik)
MAKANAN ORGANIK DARI SEGI RASA
Dari segi rasa, masih ada perbedaan selera konsumen. Sebagian menyebutkan makanan organik bayi kurang enak rasanya, sebagian lagi berpendapat rasanya jauh lebih baik dari makanan non-organik. (by: freezorganik)
Avoid the risk eating nonorganic food !!
Remember that eating nonorganic fruits and vegetables, even those with higher pesticide levels, is better than not eating fruits and vegetables at all. (by: freezorganik)
What is organic food?
Food that is labeled "organic" has been grown or raised without chemical fertilizers, pest killers (pesticides), weed killers, or drugs. (by: freezorganik)
Why do you have to buy Melilea product??
Some people buy organic food because they are worried about the environment. But most people do it to avoid chemicals, especially pesticides, in their food. (by: freezorganik)
Does GFO taste better?
There is no evidence that organic food tastes better just because it's organic. But organic food is usually fresher, because it doesn't contain preservatives and it needs to be eaten sooner. (by: freezorganik)
Melilea solusi makanan organik
Makanan Organik GFO Melilea solusi Pembersih usus secara alami,aman,dan sehat Makanan organik GFO Melilea adalah suatu makan organik yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan bagi mereka yang ingin members (by: freezorganik)
Makanan Organik Sumber Kesehatan dan sumber Penghasilan
Bisnis Organik yang Berkembang Pesat :) Peluang BISNIS ORGANIK sangat terbuka luas dengan pangsa pasar yang terus meningkat dari tahun ke tahun dan menjajikan POTENSI INCOME jutaan rupiah setiap bula (by: freezorganik)
BISNIS KELAS DUNIA DI ABAD INI
Saatnya memiliki sebuah bisnis global kelas dunia dengan produk makanan organik yang sudah terbukti bisa diterima konsumen, bahkan 70% pelanggan kami non Member. Modal yang sangat ringan, produk yang (by: romanzah)
Organic Soya Drink
Minuman yang berasal dari kacang kedelai organik bintang lima mengandung protein & kalsium yg lebih tinggi dari susu sapi, Isoflavones, phytoestrogen alami, lesitin, saponin& bebas melamine (by: steven)
Tingginya bahaya polusi
dan hal-hal yang berbau kimiawi, mengundang sebagian orang untuk mulai
menyadari pola hidup sehat. Salah satunya, dengan mengonsumsi makanan
organik, yakni bahan makanan yang bebas kimia. Beberapa artis pun
mengikuti tren positif makanan organik.
Melly Manuhutu
Buka Toko & Parsel Organik
Saat mengandung tiga tahun lalu, Melly gemar mengonsumsi sayuran organik.
Kebetulan, di depan rumahnya di kawasan Ciburial, Puncak, terbentang
kebun sayur dan buah organik milik tetangga. Sayangnya, Melly keguguran.
Ia kembali ke Jakarta namun tidak meninggalkan hobinya mengonsumsi sayur
dan buah organik.
Apalagi, ia sudah merasakan khasiatnya. "Dulu aku sering kena
batuk-pilek. Tapi, percaya enggak percaya, selama mengonsumsi segala
macam bahan makanan yang organik, aku merasa lebih sehat. Rasanya juga
lebih fresh, enak di perut, dan kulit jadi bagus," ungkap Melly.
Tak cuma mengonsumsi, Melly akhirnya mulai berbisnis sayuran dan buah
organik. Sistemnya masih delivery. "Kalau ada yang pesan, saya
ambil dari perkebunan Permata Hati di Puncak." Jadilah tiap dua
kali seminggu Melly turun ke kebun, memilih sendiri sayur dan buah.
"Setelah dua tahun dijalani, sekarang saya punya banyak konsumen."
Meningkatnya permintaan, membuat Melly memutuskan membuat kios mungil
ukuran 3 X 3 m persegi di bilangan Kemang Timur. Namanya, Organic
Vegetables. Di dalam bangunan berdinding bata itu, terdapat
bermacam-macam bahan organik. Mulai dari sayuran, kacang-kacangan, buah,
dan umbi-umbian. Belakangan, Melly juga menjual beras dan beras merah
organik yang diambil dari Yogya. "Sedangkan ayam dan telur organik,
didrop dari Bandung. Juga ada dried food yang diimpor dari Jerman dan
Australia, seperti garam, gula, susu, bihun, pasta, minyak goreng, dan
lainnya."
Sejak buka kios pertengahan tahun ini, Melly bukan saja bertindak
sebagai penjual, tapi juga "juru kampanye". Soalnya, "Banyak
yang belum tahu makanan organik. Bahkan di awal-awal promosi, aku sampai
bagi-bagi selebaran tentang makanan organik. Kayak juru kampanye,"
ujarnya sambil tertawa.
Memang, kata Melly, sayur dan buah organik harganya lebih mahal. Apalagi
kalau sudah masuk di supermarket, bisa berlipat-lipat harganya. "Kalau
aku, sih, enggak mau jual mahal-mahal. Niatku, selain berbisnis, ingin
berbagi kepedulian hidup sehat," ujar Melly yang mengaku hanya
mengambil sedikit keuntungan.
Mahalnya sayur dan buah orgaik, lanjut Melly, karena penghasil makanan
organik masih jarang dan ragamnya masih sedikit. Produksinya pun
tergantung musim. "Selain itu, untuk menghasilkan makanan organik,
perlu lebih banyak tenaga kerja. Tanaman harus satu per satu diperiksa,"
ujar Melly yang terobsesi memiliki kebun sendiri plus supermarket tempat
ia memasarkan hasil kebunnya.
Kini, menjelang Lebaran, Melly dan suaminya, Prakaca, sedang sibuk
menyiapkan parsel berisi makanan organik. Harganya berkisar antara Rp
350 ribu-Rp 750 ribu. "Pikir-pikir, kan, bagus, ya, kalau memberi
hadiah makanan sehat. Makanya, sejak awal puasa kemarin, aku sudah mulai
bikin," kata Melly yang sudah dapat sekitar 20 pesanan parsel.
Sophie Navita
Anak Sampai Pembantu Makan Sayur Organik
Seperti halnya Lucy, Sophie juga tahu soal khasiat makanan organik dari
kegemarannya membaca. "Tapi waktu mau cari makanan organik, susah
banget. Lalu, waktu hamil, aku berniat mengonsumsi makanan sehat. Nah,
mulai, deh, aku hunting makanan organik yang kandungan kimianya
betul-betul nol. Waktu itu, hanya bisa didapat di sebuah supermarket
yang segmennya orang bule di Jakarta," ujar artis cantik ini.
Meski harganya tiga kali lipat dari bahan makanan yang biasa, "Demi
anak yang ada dalam kandungan, saya tetap membeli." Ketika Rangga
Namora Putra Bharata (11 bulan) mulai diperkenalkan pada makanan padat,
Sophie memberinya sayuran organik.
Waktu itu, cerita Sophie, "Saya sempat frustrasi juga karena
kesulitan mencari ragam sayuran organik. Masak Rangga hanya dikasih
bayam, wortel, dan tomat setiap hari? Aku sampai mencari ke setiap
supermarket besar di Jakarta."
Beruntung ia akhinya mendapat info bahwa Melly Manahutu berbisnis
sayuran organik. "Ternyata harga di toko dia, lebih murah. Ragam
sayurannya pun lebih banyak." Alhasil, makanan padat organik untuk
Rangga pun mulai beragam, seperti ayam, bihun, beras merah, kentang,
pasta, kacang kapri, hingga kacang hijau. Buah-buahan juga tersedia.
"Mau alpukat, stroberi, dan mangga, juga ada."
Belakangan, Sophie yang sempat berhenti makan sayuran organik usai
melahirkan, memutuskan kembali ke bahan-bahan organik. "Aku pikir,
kenapa enggak sekalian buat sekeluarga? Efisien juga, kan, enggak harus
belanja dan masak dua kali," kata istri Pongki Jikustik ini. Sejak
itu, ia membeli makanan organik dalam partai besar. "Tak hanya
sayur dan buah, beras, ayam, gula, kacang-kacangan, dan pasta, juga yang
organik." Sampai ke pembantu dan pengasuh anaknya, "Semua
sama, makan makanan organik."
Ketika Rangga memasuki usia 10 bulan, Sophie mulai menggunakan garam
organik. Pasalnya, garam organik tidak melalui proses bleaching dan
lebih alami. "Memang, sih, harganya lebih mahal karena masih impor.
Sebungkusnya Rp 18 ribu," kata Sophie yang sekali belanja sayuran
bisa menghabiskan sekitar Rp 70 ribu. "Tapi itu untuk 2-3 hari."
Kini, Sophie mengaku mulai merasakan khasiat makanan organik yang
dikonsumsinya. Badannya terasa lebih segar, sehat, dan ringan. "Untuk
Rangga, hasilnya belum kelihatan banget. Cuma matanya lebih cemerlang.
Mungkin karena vitamin yang terkandung dalam sayuran," papar Sophie
yang merasa bangga lantaran sang anak sudah doyan makan sayuran dalam
bentuk apa pun.
"Artinya, kan, meringankan tugas saya di masa depan, yaitu
membiasakan anak untuk melihat sayur sebagai a way of life. Sebagai
perempuan, kita punya tugas jadi istri dan ibu. Artinya, kita juga punya
tanggung jawab menyehatkan keluarga. Apa yang kita taruh di meja makan,
itu yang dimakan anak dan suami. Masak, sih, kita mau taruh sampah atau
makanan yang enggak sehat?" katanya panjang lebar.
Lucy Rahmawati
Menabung Untuk Hari Depan Yang Sehat
Dari bacaan yang dilahapnya, personel AB Three ini jadi merasa takut
karena di mana-mana orang menggunakan pestisida, bahan pengawet, bahan
kimia, pengawet, dan lainnya untuk mengolah bahan makanan. "Termasuk
untuk makanan bayi. Padahal, semua itu bikin daya tahan tubuh bayi
ringkih dan kalau terlalu lama menumpuk di tubuh, bisa jadi racun dan
sumber penyakit," ujarnya serius.
Nah, ketika hamil, Lucy tak mau mengambil risiko untuk jabang bayinya.
Ia pun mulai rajin mengonsumsi makanan organik. Bahkan setelah anaknya,
Keitaro Jose Purnomo (1)
lahir hingga sekarang, selalu diberi makanan organik. "Aku, sih,
enggak terlalu ketat harus makan makanan organik. Tapi kalau buat
Keitaro, suatu keharusan. Jadi, setelah diberi ASI ekslusif dan mulai
diperkenalkan pada makanan padat, sejak itu aku kasih jus sayuran atau
buah organik," kisahnya antusias.
Yang kerap bikin Lucy pusing, sayuran organik amat tergantung pada musim.
"Jika iklimnya tidak mendukung untuk panen, beberapa jenis sayuran
susah didapat. Pernah aku sulit sekali menemukan brokoli, wortel, atau
tomat. Sudah keliling ke beberapa toko, enggak ketemu juga. Untungnya,
sekarang sudah mulai banyak dijual di supermarket. Jenisnya juga mulai
beragam."
Ia lalu memberi contoh, "Dulu, mau bikin sayur sop yang
bahan-bahannya organik, susah banget. Kentang dan daun seledrinya enggak
ada," kata Lucy yang rajin berburu bahan makanan organik dua atau
tiga kali dalam seminggu. "Bisa berjam-jam aku muter-muter mencari
sayuran organik. Mulai dari yang dekat rumah di kawasan Pondok Indah,
hingga dekat rumah orangtuaku di Jatibening. Soalnya, kata Lucy, sayur
hanya tahan 2-3 hari sehingga ia harus sering mencari stok sayuran buat
buah hatinya. "Untuk Keitaro, aku paling sering beli bayam, wortel,
tomat, buncis, dan brokoli."
Sumber protein berupa daging dan ayam untuk anaknya, juga diusahakan
memakai yang organik. "Ayam organik juga lebih tahan lama. Kalau
menyimpannya bagus, bisa tahan sampai dua minggu. Tapi pernah juga, sih,
kehabisan stok ayam organik. Akhirnya terpaksa pakai ayam kampung yang
bebas suntikan hormon," kisahnya.
Soal harga yang lebih mahal, Lucy mengaku tidak terlalu mempermasalahkan.
Demi anaknya, ia ingin mengupayakan yang terbaik. Jadi, beda Rp 5.000
hingga Rp 10.000, "Enggak masalah. Untuk masalah kesehatan, kita
tidak usah lihat harga lagi, deh. Siapa lagi yang menghargai diri kita
selain kita sendiri? Jadi, menurut aku, antara harga dan efek positif
yang kita dapat, seimbang," kata Lucy yang dalam hal ini mendapat
dukungan dari suami.
Targetnya, untuk Keitaro ia akan terus memberi asupan organik minimal
sampai usia 5 tahun. Pasalnya, kalau sudah masuk usia sekolah SD, "Anak
mulai berteman dan tahu jajan. Tidak bisa setiap saat kita mengontrol."
Masalah khasiat makanan organik, tambah Lucy, tak bisa dirasakan dalam
sekejap. "Baru terasa dalam jangka waktu panjang. Mungkin 5-6 tahun
lagi baru terasa, kita tidak rentan terhadap penyakit darah tinggi,
jantung, kolesterol, dan sebagainya. Jadi, hitung-hitung menabung untuk
hari depan yang lebih sehat, deh."
DAPATKAN
PANDUAN LENGKAP TENTANG MANFAAT MAKANAN ORGANIK
MELILEA, PRODUK-PRODUKNYA DAN CARA BERBISNIS DI MELILEA
DENGAN MELAKUKAN PREREGISTER. GRATIS!!
Ingat!!! Bersama Kami Tugas
Anda Hanya Mempromosikan Web Replika Anda. Untuk
mendaftarkan Member Baru, Pemesanan Produk, Pembinaan dan Edukasi Member-member
Baru adalah Tugas Kami sebagai Pengelola Website.
Disclaimer:
Website ini bukan web resmi perusahaan (melilea.com),
melainkan web support independen untuk membantu anda menjalankan bisnis
dan memberi informasi tentang produk makanan organik Melilea. Tidak ada transaksi keuangan, bonus, refund, atau klaim apapun yang dapat dibebankan pada pengelola. Informasi terupdate tentang Melilea tetaplah di pusatnya melilea.com. Anda harus membaca dan menyetujui segala bentuk
agreement melilea.com sebelum memutuskan menjadi bagian team bisnis
kami.